Islam Manakah Yang Paling Benar?

cari-jodoh-kontak-jodoh-biro-jodoh


Kemarin aku baca status FB salah satu sobatku yaitu Fitri As'ad. Beliau menulis status sekaligus membagikan tautan tentang kelompok-kelompok islam. Inti dari tautan itu membahas tentang mana kelompok islam yang paling benar merujuk pada banyaknya kelompok-kelompok islam yang ada di Indonesia beserta petunjuk kelompok mana yang sebaiknya kita ikuti. Berikut di bawah ini status dan isi tautan yang beliau bagikan:
--------------------
Fitri As'Ad
Tiba2 ademnya terasa NYESS di hati... Ayoo potensi ummat bersatu! hilangkan kecamuk, selama kita masih berada pada landasan aqidah yang sama...

Isi Tautan:

Teman saya pernah ditanya oleh seorang aktivis MMI (Majelis Mujahidin Indonesia), Ustad Abdullah namanya.
"Manakah kelompok yang lebih baik diantara umat Islam, Salafy yang berjuang dengan fokus Tholabul Ilmi, atau Jamaah Tabligh yang menyeru orang untuk sholat di Masjid, atau Hizbut Tahrir yang memperjuangkan Kekhalifahan, atau PKS yang berjuang di Parlemen, atau NU yang Islam kultural, atau Muhammadyah yang berjuang di sektor pendidikan"? begitu tanyanya kepada kawan saya.

Kawan saya menjawab, "Akhi kalo antum bertanya seperti itu pada saya, maka sama saja antum menanyakan manakah yang lebih baik, apakah tangan lebih baik dari kaki, apakah mata lebih baik dari pada mulut, apakah telinga lebih baik dari pada hidung?"

Bukankah Rasulullah SAW mengatakan bahwa umat islam itu sepertt satu tubuh. Bila satu anggota tubuh merasakan sakit maka yang lain juga ikut merasakan sakit.

Perumpamaan ini pas untuk menjawab pertanyaan antum.
مَثَلُ الْمُؤْمِنِينَ فِي تَوَادِّهِمْ وَتَرَاحُمِهِمْ وَتَعَاطُفِهِمْ مَثَلُ الْجَسَدِ إِذَا اشْتَكَى مِنْهُ عُضْوٌ تَدَاعَى لَهُ سَائِرُ الْجَسَدِ بِالسَّهَرِ وَالْحُمَّى
“Perumpamaan orang-orang mukmin dalam berkasih sayang bagaikan satu tubuh, apabila satu anggota badan merintih kesakitan maka sekujur badan akan merasakan panas dan demam”. (HR. Muslim)
Seperti anggota tubuh, umat islam ini diberi ilham oleh Allah SWT untuk cenderung fokus menjalankan fungsi yang berbeda beda sehingga mereka punya medan jihad (perjuangan) yang berbeda pula.

Namun sayangnya sebagian umat Islam ini ada yang membanggakan kelompoknya masing-masing dan lupa bahwa sebenarnya mereka adalah satu tubuh. Logikanya kalo satu tubuh, mana mungkin tangan kanan itu memukul tangan kirinya, mana mungkin kaki kiri menendang kaki kanannya.


Kalaupun ada anggota tubuh itu merugikan tubuh yang lain, yaa itu namanya Kanker yang harus diamputasi dibuang dari tubuh. Anggota tubuh itu selayaknya saling bekerja sama.

Coba kalo mulut mau makan, kan tangan yang mengambil makanan. Lihat kalau antum mau ambil barang yang tinggi letaknya, kan kaki yang melompat supaya tangannya sampai.

Bukankah indah kalo kita saling melengkapi, kalo saja Jamaah Tabligh yang mengetuk pintu orang-orang untuk sholat berjamaah di Masjid, lalu di Masjid ada kajian Salafy, lalu umat islam diajak membangun kekuatan baik dibidang pendidikan bersama Muhammadyah, bidang kultural bersama NU, bidang Politik bersama koalisi kompak partai-partai Islam menghasilkan undang-undang yang islami dan pemimpin yang amanah agar umat Islam dipercaya memimpin di negeri ini menyongsong Kekhalifahan yang pasti akan datangnya seperti yg disosialisasikan Hizbut Tahrir.


Umat islam ini seperti sebuah Puzzle yang kalo digabungkan bagian demi bagiannya maka barulah menjadi satu gambaran yang utuh dan saling melengkapi.... Ustad Abdullah pun tersenyum lebar dan berkata "benar sekali akhi.."

Allahu a'lam
(Akmal Burhanuddin)

---------------
Nah, karena artikel tersebut menurutku menarik, bermanfaat dan inspiratif maka segera saja ku bagikan di wallku dengan tambahan status begini:
"sudahlah lebih baik putuskan kita mampu berbuat dibagian apa.tak perlu mencela bagian lainnya..karena kita tak mungkin melakukan semuanya".

Hari ini tadi aku buka FB ternyata sudah ada 3 komen. Salah satunya seorang kenalan yang setahuku agamanya kuat.. Beliau komentar "pemahaman yg berbahaya", hehehe...Maksudnya pemahamanku itu berbahaya. Aku sih senyum-senyum saja. Soalnya jeng ini sebelumnya posting tentang salah satu kelompok islam diatas. Jeng ini bilang kelompok tersebut sempalan bla bla bla..intinya jelek-jelek. Aku tadinya mau balas komen begini "terus yang benar pemahaman yang mana bu? pasti anti jawab ahlusunnah wal jamaah, lha terus yang diatas bukan ahlusunnah yah?". Tapi gak jadi karena kupikir gak ada gunanya. Karena hanya akan jadi debat yang berkepanjangan. Nanti pasti dia akan pastekan segala dalil-dalil panjang lebar di komenku. Capek deh..

Aku memang bukan ahli ilmu temans. Tapi yang aku tahu bahkan ulama-ulama sholeh terdahulu tidak segitunya mencela pemahaman yang apalagi kita yang hanya sebagai follower. Apalagi yang berbeda dari kelompok-kelompok diatas bukan soal aqidah melainkan soal-soal yang memang dari jaman dahulu kalapun lazim terjadi perbedaan pendapat antar ulama. Adapun soal bid'ah-bid'ah atau penyimpangan perorangan janganlah kelompoknya yang dicela, dianggap sesat dll.

Nah jika yang menyimpang soal aqidah barulah kita bersama-sama bersatu menyelesaikan seperti syiah dan ahmadiyah. Mencela sesama muslim pada hal-hal yang bersifat khilafiyah sama saja dengan menghancurkan agama sendiri tanpa sadar. Hanya karena ego merasa pendapat yang diadopsinya paling benar. Nauzubillah...