Jalan Kaki ke Sekolah


kontak-jodoh-cari-jodoh-biro-jodoh
salah satu rute  ke sekolah


Hari ini sesuatu banget temans...Pas mau ngantar Sulthan sekolah pas itu juga kunci motor gak ketemu. Sempat kepikiran mau jalan kaki tapi telat karena jam telah menunjukkan pukul 07.30. Wah, sudah bel nih, pikirku. Dalam hati sempat terlintas ingin minta tolong pada tetanggaku yaitu mama Arya, tapi sepertinya gak deh. Aku cuma bisa berdoa dalam hati ya Allah tolong... Aku ga mungkin memutuskan tuk Sulthan gak sekolah soalnya ini hari jum'at. Hari anak-anak TK Anugrah pakai seragam olahraga dan senam. Sulthan sangat suka kegiatan senam di hari jum'at. Gak tega aku membuatnya sedih dihari yang paling ditunggunya selama seminggu.


Ternyata Allah memudahkan urusan kami hari ini. Tiba-tiba mama Arya lewat pakai motor. Beliau lewat sambil menyapa Sulthan. Langsung saja aku stop dan minta tolong antarkan Sulthan sekolah. Alhamdulilah urusan Sulthan berangkat beres. Sekarang tinggal aku di rumah bersama Syamil. Aku melanjutkan acara mencari kunci motor yang kemarin entah ku taruh dimana. Saking setresnya aku jadi pengen makan nasi goreng, xixixi...Cateeet pengen lho, gak lapar. Akhirnya sempat bikin dan makan nasgor dulu. Dan akhirnya yang dikhawatirkan terjadi. Sampai jam 09.00 kuncinya belun ketemu juga, hikzz.. 

Ya sudah aku berusaha berpikir realistis. Akhirnya aku memutuskan menjemput Sulthan dengan berjalan kaki. Alhamdulillah punya payung jadi lumayan gak kepanasan. Jarak dari rumah ke Sekolah sebenarnya tidak terlalu jauh. Tidak sampai 15 menit. Hanya saja melewati jalan raya yang membuatnya terasa jauh.Belum lagi sambil menggendong Syamil yang beratnya sekitar 10 kg. Bayangkan saja jalan kaki sambil gendong beras seberat 10 kg, lumayan kan..xixixixi...

Setiap bertemu tetangga dijalan aku ditegur, tumben jalan kaki, hehehe...Alhamdulillah sampai juga di sekolah Sulthan. Waktu aku sampai pas anak-anak sedang jam makan. Alhamdulillah kata gurunya Sulthan pintar tidak rewel walaupun tidak ada aku. Berarti sudah ada kemajuan. Wah besok-besok sudah bisa ditinggal nih, tak perlu ditunggu lagi sekolahnya, hehe..

Pulang sekolah Alhamdulillah Sulthan kelihatan senang jalan kaki apalagi bareng temannya juga yang sama-sama jalan kaki. Hanya kasihan saja kepanasan karena tidak bawa topi. Sedangkan payungnya hanya cukup ku pakai sendiri dan Syamil, Sulthan cuma kebagian sedikit. xixixixi..

Karena kejadian ini aku mengambil beberapa pelajaran:
  • Ternyata jalan kaki ke sekolah tidak jauh seperti bayangan sebelumnya. Bahkan tidak terlalu capek.
  • Lumayan membakar kalori, hehe..
  • Dari dua poin di atas aku jadi ada ide untuk jalan kaki saja ke sekolah. Kalau memungkinkan setiap hari, lumayan badan jadi lebih sehat dan bensin hemat hehe...
Walaupun ada kekurangannya kalau ke sekolah tanpa bawa motor maka tidak bisa bawa belanjaan dari sekolah. Kan biasanya di sekolah ada tukang sayur dan tukang ikan mampir sehingga ibu-ibu sambil menunggu anaknya sekalian belanja. Tapi menurutku masih bisa diatasi kok. Dengan cara belanjanya dijadwalkan. Kalau waktunya belanja sayur/ikan berarti harus bawa motor. Horee...