Sepanjang 2015-2016


pengalaman hidup

Assalamu'alaikum semuanya... 
akhirnya menguatkan hati lagi untuk menengok blog ini. Ternyata aku belum cukup bisa membagi waktu dalam blogging. Selama ini aku lebih memprioritaskan blog resep masakanku yaitu www.tehninit.com karena berpikir  resep harus cepat-cepat diposting keburu lupa atau numpuk di notes. Akhirnya blog diary terbengkalai padahal yang ingin ditulis banyaaaakkk. Tapi kepikiran nanti kalau ngetik gak bisa konsen nanti waktunya kepotong sama anak rewel, nanti..nanti... hedeh.. akhirnya lebih setahun vakum dan gak kerasa ini sudah awal 2017. doeeeng..xixixi...

Kembali ke terakhir aku posting diblog ini tahun 2015. Hidup berjalan alhamdulillah seperti biasanya. Sehari-hari sebagai ibu rumah tangga fulltime dengan 2 anak yang tinggal di kecamatan pelosok. Sama saja dengan ibu-ibu yang lain aktivitas adalah seputar suami, anak-anak dan kerjaan rumah tangga sehari-hari. Masak-bersih-bersih, beres-beres, nemenin anak, ngajarin, dan tentu saja hiburan satu-satunya..online, hihi.. entah itu ngeblog, sekadar membaca berita harian, browsing resep, browsing apalah-apalah yang terlintas dipikiran dan tentu saja medsos. Tahun 2016 aku lumayan aktif di Instagram juga.

Selain peristiwa rutin diatas ada juga beberapa peristiwa besar dan rezeki besar datang di akhir tahun 2015 yaitu kami mulai membangun rumah dan mulai ditempati pertengahan April 2016. Alhamdulillah wasyukurillah.. Doaku terkabul punya rumah sendiri sebelum anak masuk SD. Pertengahan 2016 anakku sulung Sulthan Al Fatih mulai masuk SD. Ini juga termasuk rezeki besar karena masuk ke sekolah sesuai keinginanku yaitu sekolah berbasis islam dengan beberapa kriteria yang kuinginkan. Ini terasa ajaib karena awalnya sekolah seperti ini belum ada di Muara Badak. tapi pas waktunya Sulthan daftar SD eh muncul. Semoga cerita selengkapnya bisa aku tulis terpisah beserta kisah rumahnya. Bukan mau pamer ya, wahh untuk apa dipameri rumahnya juga biasa saja dan tidak besar. Aku hanya kepengen membagi pengalaman, semangat dan inspirasi buat teman-teman pembaca yang mempunyai keinginan dan harapan yang sama.

Setelah anak masuk SD kerjaan bertambah dan aku menyadari kami berdua harus menyediakan waktu dan perhatian khusus karena Sulthan tidak semudah perkiraan menerima pelajaran. Satu setengah tahun di TK ternyata anakku gak bisa apa-apa. Pikirannya hanya main dan main saja. Jadi beberapa bulan itu aku konsen mengajari Sulthan membaca dan menulis. Targetku semester 1 dia sudah bisa membaca dan menulis walau tidak lancar dan semester 2 sudah lancar. Alhamdulillah targetku tercapai. Sekarang Sulthan sudah lancar membaca tanpa mengeja walaupun masih agak lambat. Hanya menulis yang masih sangat lambat sehingga dia sering tidak selesai mengerjakan tugas di kelas, Tapi gak papa.. ini hanya soal waktu, yang penting dia sudah bisa. Semester 2 juga aku tugaskan abinya tuk menghandle hafalan surah-surah pendeknya Sulthan, supaya selaras dengan disekolah.

Alhamdulillah pembagian tugas ini sepertinya tepat karena abinya memang jauh lebih jago kalau urusan hapalan dan mengaji. Selanjutnya PR soal anak tentu masih banyak. Sudah terbayang didepan mataku. Tapi menurutku yang paling penting kami dulu sebagai orang tuanya yang lebih dahulu memperbaiki diri dan akhlak dalam mendidik anak. Karena terus terang emosi masih banyak bermain. Pantas saja anaknya juga jadi tukang marah-marah, hedehhh..

Di balik semua kegembiraan itu pastinya juga ada kekhawatiran, yaitu perusahaan tempat suami bekerja habis kontrak dengan Indonesia. Jadi tahun 2016 tadi banyak pengurangan tenaga kerja. Sekarang ini banyak rumah dijual dan kontrakan kosong. Banyak yang sudah punya rumah sendiri akhirnya memutuskan pulang kampung karena berpikir di kampung halamannya lebih mudah mencari nafkah. Rumahnya ditinggal dalam keadaan kosong, belum terjual, karena siapa juga yang bisa beli rumah seharga 300 an juta sedangkan kita semua pun sedang kesulitan keuangan. Kasihan banget sebenarnya padahal jika laku kan lumayan bisa buat bangun rumah di tempat baru dan modal usaha.

Suamiku sendiri hanya diperpanjang kontraknya sampai bulan September 2017 ini. Aku selalu mengingatkan suami untuk kita banyak-banyak berdoa dan berbuat baik supaya diberikan jalan keluar terbaik oleh Allah. Jikalau memang habis rezeki disini semoga ditunjukkan jalan ketempat yang lebih lebih baik lagi. walaupun calon perusahaan pengganti yang mengambil alih sudah ada tapi kita kan tidak tahu bagaimana kebijakan rekruitmen nya.

Segini dulu untuk hari ini. Semoga nanti sore bisa menulis lagi secaraaa ini laptop pinjeman, hehe...komputer kita rusak mulu nih, hikzz.. semoga nanti dikasih Allah laptop/komputer baru yang lebih canggi, amiin ya Rabb