Film Jilbab Traveler, Love Sparks In Korea

Morgan Oey
Akhirnya nonton juga film ini. Nontonnya di hape pakai aplikasi Hooq. Aku memang biasa berlangganan paket data dari telkomsel buat ngenet. Beberapa bulan ini kalau beli paket pasti dikasih bonus kuota Hooq ini. Tadinya aku males banget dan mikir ini gak berguna secara aku gak doyan-doyan amat nonton film. Kecuali beberapa film yang memang aku suka karena alasan tertentu. Tadi malam sudah selesai season 3 alias season terakhir serial Once Upon a Time yang ada di Hooq. Padahal aslinya dah season 6 disono. Tapi aku rasa udah cukup sih nonton sampe season 3 aja. Gak kelar-kelar ntar males deh kayak sinetron indonesia xixixi,,

Nah hari ini aku memang udah rencanakan dari jauh-jauh hari mau nonton ini. Dari dulu penasaran sih sama jilbab traveler tapi cuma sebatas baca-baca resensi novelnya aja, heuheu.. Pas ada filmnya kurang tertarik juga dengan trailernya. Tapi agak tertarik sih karena ada Morgan Oey sebagai salah satu pemainnya, wkwkwkwk,,, you know me so well..sambil dance ala boyband *geplakpalaberbi* 

Oke langsung ke filmnya. Begitu prolog, walaaahh   langsung rasa haru menyeruak batinku. Ini personal sih yaa.. mungkin sebagian merasa biasa aja sama kata-katanya Rania disitu. Tapi bagiku spesial dan ngena karena aku merasa sebagian mimpiku ada bersama Rania ini *kucingikutanmewek*. Klip bagian belahan dunia lain yang dikunjungi Rania itu sungguh membiusku. Itu kayak yang suka menari-nari didalam tidurku kalau malam. huhuuuu..  Pokoknya dari segi cerita, mimpi dan harapan di film ini top deh.. Ini yang memang aku mau dan butuhkan dalam sebuah film. inspirasi,, and i got it..

Ini sinopsisnya aku kopikan dari wikipedia

RANIA SAMUDRA (Bunga Citra Lestari), 24 tahun, seorang penulis yang gemar traveling, dijuluki JilbabTraveler oleh para pembacanya. Ketika Ayahnya sakit, Rania memutuskan pulang. Namun Sang Ayah malah memberikan misi pada Rania mengunjungi Baluran, alam yang luar biasa indah di timur pulau Jawa, tempat dimana Ayah dan Ibunya dulu menemukan cinta. Di sana, Rania bertemu dengan HYUN GEUN (Morgan Oey), fotografer asal Korea yang tampan tapi cuek. Hyun Geun ditemani sahabatnya, ALVIN (Ringgo Agus), berhasil memaksa Rania untuk memandu mereka ke kawah Ijen. Tetapi keputusan itu membuat Rania kehilangan momen terpenting bersama ayahnya.

Perasaan menyesal mendorong Rania berhenti menjelajah dunia. Tidak juga peduli ketika Hyun Geun yang merasa bersalah mencoba mendekat, bahkan hingga pemuda gondrong itu kembali ke Korea. Rania tetap bersikeras tinggal di rumah, mendampingi ibunya. Melihat hal ini, TIA dan ERON, dua kakak Rania, segera berinisiatif menjodohkan Rania dengan ILHAN (Giring Ganesha). Kebaikan hati dan perhatian Ilhan membuat Rania yakin dia akan menerima cinta Ilhan. Sampai sebuah undangan menjadi peserta Writers in Residence di Gangwon, Korea Selatan, muncul di hadapannya.

Rania menghadapi dilema terbesar dalam hidupnya. Saat keputusan nyaris di genggaman tangan, bayangan Hyun Geun bermunculan kembali seperti mimpi yang memangil-manggil dari kejauhan. Jilbab Traveler: Sparks in Korea, yang diangkat dari novel semi biografi Asma Nadia, mengungkap kisah cinta, perjalanan menjelajah keindahan illahi dan gadis yang bertanya, di manakah Allah menyiapkan titik henti bagi petualangannya?

Film ini istimewa karena menurut yang aku tonton di TV mbak Asma Nadia sebagai penulis novelnya bercerita bahwa 40% kisah hidupnya ada difilm ini. Yaitu tentang latar belakang Rania yang tinggal dipinggir rel kereta api, putus kuliah karena gegar otak, penulis yang menjelajahi lebih dari 50 negara dan ratusan kota, juga tokoh Hyun Geun yang ternyata memang nyata. Bedanya, Hyun Geun ini  aslinya disana sebagai tour guide nya mbak Asma waktu di Korea, seorang insinyur yang sangat baik hati dan seorang atheis. Gitu yang ku baca di IG nya mbak Asma. Kalau difilm kan Hyun Geun nya memang beragama islam tapi rada ugal-ugalan, heuheu..

Selain cerita aku juga terpesona sama musik latarnya. Musik dengan warna orkestra korea itu tuh indaaahhh banget. Sepanjang film mata kita dimanjakan sama keindahan alam dan telinga kita dengan musiknya. Musik instrumental kayak gini yang memang aku suka. Kayak dulu zaman serial korea bertema kuliner, Jewel In The Palace tuh (Dae Jang Geum)aku donlotin musik-musik instrumentalnya. Walau secara pribadi aku gak suka sama drama korea tapi khusus film Jang Geum aku suka banget karena pesan dan perjuangan didalamnya.

Di film ini juga aku baru tahu keindahan alam Kawah Ijen. Aduuhhh malunya maaaak. Kemana sajah aku selama ini. Ya memang aku gak tau karena gak pernah kemana-mana sih, wkwkwkw.. Sumpaaahhh lihat adegan di Kawah Ijen tuh yang.. wowww.. langsung tarik nafas banyak-banyak. Aku harus kesana suatu hari nanti.

Dan jangan lupakan outfit Rania difilm inih. Fashionnya oke yah.. simple but elegan. Aku suka banget sama baju-baju yang dipakai BCL. Cucok.. hohoho..

Kisah cintanya... kisah cinta yang rumit antara mas Ilhan (Giring Nidji) Rania dan Hyun Geun (Morgan Oey).. kisah cinta romantis yang berkelas.. alias bisa romantis meski tanpa pegang-pegangan dan cium-ciuman, huhuyyy...makin berasa kan begitu emosinya.. cucoookkk Morgan yang maenin... Dari semua film morgan yang aku tonton aku paling suka peran yang ini karena beda banget dengan Morgan biasanya yang tampil ganteng klimis. Aktingnya bagus-bagus ya ku akuin bahkan Giring yang pendatang baru aja pas banget meranin mas Ilhan.

Pokoknya cerita sama aktingnya oke.. tapiii entah kenapa secara plot ada something missing gitu. ada yang kaku kurang mengalir. Entahlah apa gak bisa deh mengira-ngira hanya merasa aja secara aku juga orang yang jarang nonton.

Overall ini film sangaaaaaatt layak tonton. Sepanjang film aku berurai air mata, padahal kata temanku biasa aja. Yeahh.. mungkin karena dia gak berjiwa kayak rania *ehmm*. Isinya positif. Menginspirasi, penuh dengan mimpi dan harapan, dua hal yang memberi kita alasan untuk hidup.